TEMPO.CO, Washington – Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Pangeran Khalid Bin Salman, yang juga adik kandung Putra Mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman, telah kembali bertugas di Washington.
Baca:
Khalid kembali ke Washington setelah sempat pulang ke Riyadh pasca terungkapnya skandal pembunuhan brutal kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi, yang diduga melibatkan abangnya itu.
Khalid diduga ikut berperan kunci dalam upaya awal untuk menutup-nutupi kasus pembunuhan Khashoggi. Ini dilakukan dengan menyuarakan pernyataan resmi pemerintah Saudi bahwa Khashoggi telah meninggalkan kantor Konsulat Jenderal Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018.
Baca:
Khalid juga sempat mengatakan kamera CCTV tidak merekam kepergian Khashoggi dari kedubes karena kamera sedang tidak merekam saat itu.
Pangeran Khalid tiba menggunakan penerbangan dan mendarat di Dulles International Airport pada Rabu pagi, 5 Desember 2018. Ini sekitar tiga jam sebelum proses upacara pemakaman bekas Presiden George H.W. Bush dimulai di National Cathedral.
Presiden Donald Trump bersama dengan Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, 20 Maret 2018. REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo
Sumber dari CNBC melansir Pangeran Khalid berencana menghadiri prosesi pemakaman itu, yang dihadiri sejumlah duta besar, dan perwakilan negara asing. Namun, akhirnya dia tidak jadi datang.
Baca:
Seorang pejabat Saudi mengatakan pesawat Khalid mengalami keterlambatan sehingga dia tidak bisa memenuhi jadwal protokol untuk prosesi itu. Untuk prosesi pemakaman kenegaraan itu, petugas protokol mengatur setiap undangan tiba pada urutan yang spesifik.
Mohammed bin Salman (depan) dan Khalid bin Salman (belakang)[PressTV]
Menurut juru bicara Kedubes Saudi di Washington, Fatimah Baeshen, pemerintah Saudi diwakili Menlu Adel Al-Jubeir pada prosesi pemakaman itu.
Skandal pembunuhan jurnalis Khashoggi, seperti dilansir Anadolu, mengguncang dunia internasional karena terjadi di kantor Konjen Saudi di Istanbul. Para pelaku merupakan tim yang dibentuk oleh Deputi Kepala Intelijen Arab Saudi, Mayor Jenderal Ahmed al Asiri, yang belakangan dicopot.
Saudi telah menahan 21 orang dengan 11 orang dikenai tuntutan hukum dan 5 orang diantaranya dikenai tuntutan hukuman mati.
Baca:
Presiden Turki meminta agar para pelaku dan dalang pembunuhan ini diekstradisi ke Turki untuk menjalani proses pengadilan, yang ditolak pemerintah Saudi.
Presiden AS, Donald Trump, mengatakan tidak ada bukti langsung bahwa putra mahkota Arab Saudi terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. Dia juga menolak menghentikan penjualan senjata canggih senilai US$110 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun ke Arab Saudi, yang telah disepakati sebelum insiden ini mencuat ke publik.
Baca dong https://dunia.tempo.co/read/1152832/adik-putra-mahkota-saudi-pangeran-mohammed-balik-ke-washington-dcBagikan Berita Ini
0 Response to "Adik Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed Balik ke Washington DC - Tempo.co"
Posting Komentar