Search

Banjir dan Longsor di Jepang, 94 Orang Tewas

[TOKYO] Setidaknya 94 orang tewas pada Senin (9/7) setelah sungai-sungai di wilayah barat daya Jepang meluap dan memaksa dua juta orang mengungsi dari rumah mereka. Kantor berita NHK yang mengutip otoritas Jepang melaporkan enam orang dalam kondisi kritis dan 58 orang hilang. Jumlah korban tewas akibat hujan deras ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Curah hujan tinggi di berbagai bagian negara telah menyebabkan sungai-sungai meluap, dan memicu banjir besar dan tanah longsor di beberapa daerah," kata Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, Minggu (8/7).

Hujan deras menghantam beberapa bagian di wilayah barat daya Jepang dengan kapasitas tiga kali hujan biasa pada bulan Juli yang semestinya normal. Hujan deras memicu tanah longsor dan membuat sungai-sungai meluap. Ratusan rumah hancur atau rusak. Secara keseluruhan, delapan prefektur telah terpengaruh, termasuk Kyoto dan Hiroshima.

"Kami belum pernah mengalami hujan seperti ini sebelumnya. Ini adalah situasi bahaya yang ekstrem," kata seorang pejabat di Badan Meteorologi Jepang (JMA) pada konferensi pers.

Di antara korban yang hilang adalah bocah lelaki berusia 9 tahun yang diyakini terperangkap di rumahnya oleh tanah longsor yang menewaskan paling tidak tiga orang lainnya, salah satunya seorang pria berusia 80-an.

"Yang saya miliki hanyalah yang saya gunakan ini. Kami telah melarikan diri ke lantai dua tetapi kemudian air naik lebih banyak, jadi kami naik ke lantai tiga," kata seorang wanita yang diselamatkan.

Manajemen Darurat

Pemerintah Jepang mendirikan pusat manajemen darurat di kantor perdana menteri dan sekitar 54.000 regu penyelamat gabungan dari militer, polisi dan departemen pemadam kebakaran dikirim untuk melintasi Jepang wilayah barat daya dan barat.

"Masih banyak orang yang hilang dan yang lain membutuhkan bantuan, kami bekerja berpacu dengan waktu," kata Perdana Menteri Shinzo Abe yang memerintahkan misi pencarian dan penyelamatan.

Peringatan darurat untuk hujan deras tetap berlaku untuk tiga prefektur, dengan curah hujan 300 mm (11 inci) diprediksi akan jatuh pada Senin (9/7) pagi di bagian pulau utama Shikoku yang terkecil.

Perintah evakuasi tetap berlaku untuk sekitar 2 juta orang dan 2,3 juta penduduk lainnya disarankan untuk mengungsi, meskipun hujan telah berhenti dan banjir surut di beberapa daerah. Peringatan longsor dikeluarkan di lebih dari seperempat prefektur nasional.

Jalan-jalan ditutup dan layanan kereta api dihentikan di bagian barat Jepang. Layanan kereta peluru Shinkansen, beroperasi dengan jadwal terbatas setelah sempat dihentikan pada hari Jumat (6/7).

Produsen mobil termasuk Mazda Motor Corp dan Daihatsu Diesel Manufacturing Co menghentikan operasi di beberapa pabrik pada Sabtu (7/7) karena kekurangan suku cadang atau kondisi berbahaya.

Pembuat elektronik Panasonic Corp menyatakan satu pabrik di Okayama, Jepang barat, tidak dapat dijangkau karena penutupan jalan. Meskipun demikian, pabrik itu telah ditutup selama akhir pekan. [Reuters/U-5]

Let's block ads! (Why?)

Baca dong http://sp.beritasatu.com/home/banjir-dan-longsor-di-jepang-94-orang-tewas/124836

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Banjir dan Longsor di Jepang, 94 Orang Tewas"

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.